Senandung Bahagia.

Standard

Dibatas ruang dan waktu, yang aku tahu kamu ada.

Tanpa nama, tanpa sapa, tanpa apa-apa.

Perkenalan tanpa jabatan tangan yang tak pernah ada.

Yang berakhir kita saling mengenal.

Saat – saat dimana kita dilibatkan harus bertemu dan saling menyapa,

bersama dalam ikatan yang bukan apa-apa.

 

Kiasan diriku akan dirimu mungkin takdir tuhan,

saat pertemuan-pertemuan yang tak dikira.

Kebahagian-kebahagian yang selalu kamu, aku beri dan rasa tanpa bisa kita pahami.

Entah, pada suatu saat kita akan kembali ke realita yang menutupi semuanya.

Bias tanpa kata dan nada yang mungkin selama ini mengalun

Dalam arti kita Bahagia.

Kita Bahagia, ya Kita..

Dan untuk melanjutkan kata-kata ini saja rasa takut itu ada.

Ketakutan seperti apa, entahlah..

Pada suatu saat  kita pun akan kembali kemana kita berada dengan posisi yang berbeda-beda.

Hingga akhirnya, kita tetap BAHAGIA..

 

Morning Sunshine,

Salam untuk hati yang selalu berbahagia,

 

 

 

 

Perjalanan singkat menuju Lampung

Standard

Jiwa petualang itu kembali hadir dalam diri ini, dan dimana berawal dari pembicaraan dikamar Zakia tentang jalan-jalan yang telah membawa dia sendirian ke pulau Flores itu (amazed banget ama gadis kecil ini ngeteng ke Flores sendirian dan kenalan dengan orang-orang baru, gw aja yang udah tua dari dia dan berbadan besar saja masih pergi jalan2 jauh rame-ramean, paling jauh sendirian juga ke Bandung. :p ). Then sang gadis mengajak saya untuk menyebrang ke pulau Sumatera yang niat awalnya cuma untuk naik kapal saja dan kembali ke pulau Jawa. Manusia hanya bisa berencana dan akhirnya rute panjang pun terbentang.

Ditetapkan pada tanggal 22 Februari 2014 menyebrang ke Bakauheni, dikarenakan Zakia mau UTS dan berakhir pada tanggal 20 Februari. Lalu beberapa minggu kemudian membeli tiket kereta menuju Merak ke Indomaret (iklan tak berbayar). Niat awal akan pergi bedua saja, tapi akhirnya sharing dalam group dan Ibnu pun tertarik mengikuti ajakan kita, dan langsung membeli tiket untuk tujuan Merak.

Seminggu sebelum pergi, saya menderita demam dan masuk angin yang luar biasa, agar tetap pergi yang penting istirahat yang banyak. Tapi karena dilab sedang penerimaan asisten yang baru dan saya cuma sendiri yang bertanggung jawab untuk aptitude test so,, mau tak mau harus tetap bekerja, dan sakit pun tak kunjung membaik.

Sabtu, 22 Februari 2014

07.00 (Janjian di Stasiun Pondok Cina)

Berangkat dari kostan walaupun agak ngaret dikit, lalu kita sarapan dulu diLontong sayur sibapak didepan gg. Kapuk. Karena hujan yang lumayan deras dan kita tidak membawa payung, untunglah lewat teman satu kostan Ika yang mau ke stasiun juga. Kita bertiga berjalan dipayung yang kecil itu, basah juga sih tapi lumayan nggak basah kuyup. Tidak beberapa lama sampai distasiun, Ibnu pun datang. dan tertanya kereta tujuan Sudirman,Tanah abang, Jatinegara baru lewat jam 8.20. Menunggu kira-kira 30 menitan. Agak sedikit was-was karena Kereta ditanah abang berangkat jam 10.30 dan kita berdua belum ngeprint tiket kereta.

08.25 (kereta datang)

Lalu naiklah kedalam kereta yang lumayan penuh sesak, dan berdirilah menikmati kesesakan didalamnya. Kita sampai di Stasiun Tanah abang jam 09.15 lalu akhirnya berlari menuju pintu keluar yang lumayan jauh, dan berlari lagi menuju pintu masuk (olahraga pagi). Untung saja antrian ngeprint tiket tidak lama, kita langsung masuk kebagian antrian untuk kembali keperon, petugasnya langsung teriak iseng bilang “cepat-cepat, 10 menit lagi berangkat”. padahal itu keretanya udah standing di peronnya dekat tangga, akhirnya masuklah ke dalam gerbong 1 dan untung duduk kita berdekatan dengan Ibnu.

09.30 (kereta berangkat menuju Merak)

Kereta berangkat tepat waktu, didalam perjalan kita menikmati perjalanan dengan cara masing-masing tidur, baca buku, mendengarkan musik dan menikmati pemandangan. DIbeberapa stasiun besar ada beberapa penumpang yang turun dan ada beberapa yang naik. tiga jam kemudian kita pun sampai di Merak.

12.30 (Stasiun Merak dan terhubung dengan Pelabuhan Merak)

Kita langsung naik tangga menuju tempat pembelian tiket, lalu diarahkan ketempat pembeliannya. Harga karcis Rp.25.ooo (bener g ya) hihi.. lalu kembali naik menuju dermaga yang ada kapalnya, kalo nggak salah naik dermaga 1 deh ya.. Kapal lagi nurunin penumpang yang baru datang, setelah itu kita masuk, dan langsung masuk kedalam cari tempat duduk didalam, cuaca lumayan berangin, kita agak lama dipelabuhan, entah kenapa.

14.00 (berangkat)

Entah jam pasti berangkat atau bagaimana, akhirnya kapal berangkat, selama 1 atau sampai 2 jam saya dan Zakia berada diatas dan tidak turun kebawah (mikirnya kalau masuk angin kelamaan diluar), hanya Ibnu yang betah berangin2 diluar, selama itu menikmati pemandangan, suami istri yang sedang makan (bawa nasi bungkus, nikmat banget sibapaknya makan), suami istri dan dua orang anaknya, ada anak2 remaja yang mungkin warga sekitar sana, yang minta-minta uang, dan pasangan yang sepertinya nikah muda. Lalu menikmati TV yang tak ada suaranya. Sudah lama didalam, akhirnya saya dan Zakia memutuskan turun kebawah dan menikmati pemandangan untuk mendekati Ibnu, disana sudah banyak mungkin supir2 bus dan lainnya berdiri diluar, dan Ibnu berdiri didekat tiga orang yang sepertinya sepantaran dengan kita.. (padahal bedanya gw dan Ibnu, Zakia sampai 4 tahun,, haha).

Disana kita menikmati pemandangan laut dan bercengrakama sambil melihat orang-orang sekitar, tidak berapa lama, seorang gadis dari tiga orang yang berdiri dekat pembatas kapal yang bisa dibuka-tutup, (entah apa namanya), datang nyamperin kita bertiga dan mengajak berkenalan, Namanya Uci dan memperkenalkan rekan-rekan beliau yang bernama Angga dan Kiki. Dari sini kita tanya jawab darimana berasal dan dalam rangka apa. (Kalau dipikir-pikir waktu saat berkenalan dengan orang baru yang terjadi layaknya seperti interview suatu pekerjaan, hihi). Mereka ternyata anak UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, dan berniat kelampung dengan tujuan yang belum jelas seperti kita bertiga juga, mereka ternyata angkatan 2008. Tapi Uci udah lulus, tapi dua bujangan ini belum lulus sama sekali.

Setelah itu kita lalu photo-photo secara bergantian disana bersama-sama, sepertinya perjalanan kali ini menambah daftar panjang perkenalan dengan orang-orang baru ­čÖé (next blog yaaa)

Akhirnya kita semua memutuskan untuk menuju Bandar Lampung, sampai didermaga dan exit, kita langsung dipertemukan dengan calo-calo yang banyak sekali, sampai pusing, awalnya sudah deal dengan seorang calo travel, ternyata nggak ada yang mau pake harga bus naik travel, terpaksa menunggu pemberangkatan bus selanjutnya. (ditipu ama mas2 calonya, ya jadi pada bete lah ya..)

Akhirnya jam setengah 7 bus berangkat dan perjalanan 3 jam menuju Raja Basa, Bandar Lampung. Di atas bus tidur, liat-liat sekitar dan sebel ama yang ngerokok (wajib). Sampai diRaja Basa kita langsung tanya-tanya dan memutuskan makan didekat sana yaitu Mall Lampung (jauh-jauh ke Lampung makannya ke Mall lagi). Disini bebereslah kita kekamar mandi, cari ATM dan lain-lain.

11.00 Mengejar Mobil

Awalnya memutuskan jalan kaki ketengah kota setelah bertanya-tanya ama mbak KFC, tapi mendapatkan ide untuk ngeteng, dengan bermodal keberuntungan menyebranglah kita, akhirnya karena kiki mau pipis otomatis berhenti dan pas mobil pick up PLN lewat disetoplah ama Uci dan dia mau berhenti dan kita diperbolehkan untuk naik.. YOOLLLEE.. Akhirnyaa bisa naik mobil menuju pusat kota, berphoto-photolah kita diatas mobil.

Sampai didekat Adipura kita turun dan banyak sekali anak-anak genk motor disana, dan kita pun photo-photo dan kenalan dengan anak Lampung yang Alhamdulillah baik, dan kita dianterin ke  masjid dekat kantor polisi, dan tidurlah disana (sebenarnya cuma gw aja yang tidur,, hihi) yang lain pada ngobrol, sebelum subuh pun Uci, Kiki dan Angga pamit mau lanjut perjalanan diantar oleh anak ABG Lampung itu. dan tinggallah kita bertiga dimasjid nunggu Adzan Subuh, Setelah Shalat akhirnya kita tidur sampai jam setengah 8 dan melanjutkan perjalanan mencari sarapan.

Setelah mencari sarapan kita jalan kaki melanjutkan perjalanan ke tempat penjualan keripik pisang didekat makam pahlawan, disepanjang jalan, kita keliling dan memilih keripik pisang yang diinginkan. Setelah itu naik angkot lagi di Raja Basa. Disana niatlah kita buat ngeteng dan berjalan kearah persimpangan entah dimana ­čÖé Lalu mulailah aksi untuk stop satu-satu itu mobil, hasilnya nihil. Yang ada malahan agen Travel yang minta bayaran dan ada yang berhenti tapi nggak sampai Raja Basa, akhirnya sampai batas waktu yang ditentukan kita naik bus, dan memulai untuk tidur.

Sampai di Raja Basa, kita langsung masuk Kapal, yang mau jalan setelah menurunkan penumpang. Ternyata apa yang terjadi kapal nggak bisa ditutup dan kita sudah naik kapal selama 3 jam, dan disuruh pindah kapal lagi (yang kasian sih yang naik mobil). jam 7 itu kita pindah kapal dan kira-kira jam 8 malam baru berangkat.

Jam 11 sampai diMerak, lalu mencari bus yang kekampung Rambutan, dan apa yang terjadi naik Bus berdiri sampe Kampung Rambutan. Wassalam, akhirnya ada jarak antara tempat berdiri memutuskan untuk duduk dibawah. Sampai di Kampung Rambutan jam setengah 12 langsung melanjutkan perjalanan naik angkot lagi menuju Depok. Sampai Depok dilanjutkan lagi drama kostan. Zakia manjat dan saya nggak bisa manjat memutuskan ngidap dikostan Eki sepupu kesayangan. Yuk mari dan akhirnya tertelap sampai subuh, setelah itu langsung balik kekostan, tidur 1 jam lalu bangun lagi harus kekampus ada pengetesan. Huaaa.. cape sih tapi namanya jalan-jalan ya dinikmati.

nb: Nanti diedit lagi ya tulisannya, soalnya lagi buru-buru

Selamat pagi, Sunshine :0

Hujan kala itu..

Standard

Aku suka hujan, apalagi hujan membuat bau yang khas ketika bersentuhan dengan tanah.

bagi agamaku hujan itu sebuah rahmat, dan kita harus bersyukur.

Tapi untuk hujan yang selalu turun tanpa henti seperti ini apa kita harus bersyukur atau mengeluh?

Orang-orang khawatir untuk keluar rumah,

menarik diri dari bawa selimut saja susah, apalagi untuk melanjutkan aktifitas.

Belum lagi perjalanan untuk melaksanakan aktifitas itu, bisa saja kehujanan, kebanjiran dan macet dijalanyang menyebabkan ingin saja tetap dirumah

Untuk kota besar seperti Jakarta yang sedang dilanda banjir saat ini, apa bisa mereka melihat dampak dari semua yang datang

entahlah..

apakah masih bisa menyalahkan pihak tertentu untuk bertanggung jawab akan banjir itu?

Entahlah ..

Ini bukan masalah siapa yang bertanggung jawab, tapi kesadaran  orang-orang kenapa banjir itu bisa terjadi.

Kalau hanya aku yang bertindak tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi sampah plastik dan membersihkan lingkunga, lalu apa gunanya aku tanpa yang lain yang menempati dunia ini bersama-sama..

Entahlah ..

Ku harap besok Matahari mulai menampakan diri dengan senyuman yang menghangatkan hati ini..

Semoga hujan datang dengan kesabaran menahan diri untuk tidak membanjiri seluruh daratan dunia..

Good Morning Sunshine…

Aku dan kamu

Standard

 

 

Aku dan kamu itu rancu

ditengah jarak antara putih dan hitam itu.

Sangat berbeda

Pemikiran, sikap, sifat, tujuan dan pandangan hidup.

tapi kenapa kamu bisa jatuh cinta padaku?

dan sangat-sangat menyayangiku.

Apa kamu yakin, kamu akan mendapatkan aku?

 

Aku dan kamu itu dilema

iya atau tidak untuk terus maju..

menjadikan sebuah kata yakin ada dalam hati ini.

atau kembali menjadi irisan-irisan kecil lagi?

 

aku dan kamu itu bias

entah kemana cahaya itu mengarahkan semuanya

sampai kita harus seperti ini.

mendiam tanpa tahu tujuan sebenarnyaa..

 

Morning sunshine…

Kenapa baru sekarang ?

Standard

Setiap jalan yang ditempuh dengan rasa berbeda bukan teman?

Kita mengawali semuanya dengan sebuah ikatan yang disebut keluarga..

Persahabatan yang kita buat, suka dan duka kita lewati bersama.

Sampai rasa yang seharusnya tidak ada itu muncul, entahlah itu untuk ku atau hanya karena kita dekat.

 

Yah itu salah, aku milik orang lain dikala itu.

Lalu aku mengalah dari semuanya, dan semuanya menjadi sulit bukan ?

Dan kita menjalankan kehidupan masing-masing.

Sampai akhirnya ikatan kekeluargaan itu selalu mengharuskan kita untuk bertemu.

 

Tapi apakah kita benar-benar berbicara satu sama lain?

Tidak, dari sekian tahun kita berkenalan kita tak pernah saling berbicara lagi..

Apakah berat kamu untuk menyapa aku dan berani bercerita,

Kita berbicara hanya sekedar kewajiban bukan?

karena yang lain membutuhkan kita bicara.

Dan ketika kita benar-benar berdua, tak ada kata yang bisa dilantunkan..

Diam, tanpa peduli nyanyian angin yang menyayat diri..

 

Yah, kita berpura-pura untuk tidak saling peduli.

Yah, sejujurnya aku tak ingin peduli tentang kamu..

Sejak saat itu, sejak saat kamu tak mau melindungi aku..

Dulu, apa susahnya kamu sedikit berjuang untukku saja?

Kamu pasti tau tentang kisahku..

berbicara merasa tidak pantas,,

tapi kamu memilih orang lain juga bukan?

Dan tidak habis pikir kamu rela melepaskan aku pada orang lain dan menyerahkannya.

menyerahkan aku pada orang yang mungkin tidak aku inginkan.

 

Namun sekarang,

Dengan seenaknya kamu datang lalu berteriak

“Kamu adalah orang yang aku cita-citakan untuk masa depanku..”

Dari ketidak pantasan yang kamu bilang itu,

dan sekarang kamu menganggap kamu sudah pantas?

ahh, aku ingin menamparmu..

Aku jadi ingin membenci dingin karena kamu selalu melindungi aku disaat itu..

 

Dulu dan sekarang itu beda..

sangat berbeda

Dulu mungkin dengan mudahnya aku akan berkata iya atas semua perasaanmu itu,,

Dan sekarang..

semua itu sulit, sulit berkata iya dan sulit berkata tidak.

Yang jelas aku tak ingin meng-iyakannya.

Setelah banyak hal yang terjadi dan aku tak ingin merusak semua kebahagiaan ini,,

Kita sama-sama bahagia bukan,

dalam jarak yang kita jaga dan kita tetap membuat semuanya baik-baik saja disekitar kita,,

Bukankah karena kita dulu kita hampir menghancurkan apa yang kita bangun?

 

Dan satu hal lagi aku tak bisa mengatakan tidak..

dari dulu sampai sekarang, aku tidak mengerti apa yang aku rasa pada dirimu.

Kita sama-sama keras bukan, tak ada yang mau mengalah.

yah, sebenarnya yang akan selalu mengalah itu kamu..

Rasa itu, terbelenggu prinsip-prinsip hidupku..

Jelas aku tak bisa menjelaskan rasa itu,

rasa yang mungkin sudah tertutup dengan rasa tak percaya pada banyak hal..

Kita tetap berteman bukan,

bolehkah kamu tidak memaksa aku dulu,

sampai aku mengerti banyak hal.

Kita sama-sama masih muda, bukan?

dan kamu masih mempunyai waktu untuk membuktikannya,,

Dan aku tidak akan kemana-kemana…

 

Morning Sunshine..